Senin, 11 April 2011

TEKNOLOGI VVT-i

VVT-i atau VariableValve Timing with Intelligence adalah teknologi pengaturan kinerja katup pada mobil yang dibuat oleh Toyota. Pada BMW teknologi ini diberi label sebagai VANOS, Honda menggunakan istilah V-Tec, dan NVCS (Nissan Valve-Timing Control System) pada Nissan.
Teknologi VVT-i ini menggantikan VVT yang diperkenalkan pada awal tahun 1991, pada 5 katup per silinder, pada mesin 4A-GE.  VVT-i diperkenalkan pada tahun 1996. Teknologi ini dipasang pada intake valve,  dengan mengatur kinerja dari penggerak camshaft (semisal belt, roda gigi, atau rantai) dengan intake camshaft. Tekanan oli mesin akan bekerja pada actuator untuk mengatur posisi camshaft. Pengaturan waktu overlapping antara penutupan katup buang dan pembukaan katup hisap akan memberikan efisiensi pada mesin. Toyota kemudian mengembangkan teknologi ini menjadi VVTL-i, Dual VVT-i , VVT-iE, dan Valvematic.
Mesin 1ZZ-FE dengan VVT-i
VVTL-i
VVTL-i (Variable Valve Timing and Lift Intelligent) adalah teknologi yang mampu menggerakkan katup pada waktu yang sangat tepat. Pada mesin dengan 16 katup, yakni 2ZZ-GE, memiliki 2 camshaft. Camshaft yang satu bekerja pada katup hisap (intake valve), dan camshaft yang lain bekerja pada katup buang (exhaust valve).
Tiap camshaft memiliki 2 cam per silinder, yaitu cam yang bekerja pada rpm rendah, dan cam yang bekerja pada rpm tinggi yang bentuknya lebih panjang. Tiap silinder memiliki 2 katup hisap, dan 2 katup buang. Tiap set dari 2 katup tersebut dikontrol oleh rocker arm, sedangkan rocker arm digerakkan oleh camshaft.
Pada saat mesin bekerja pada rpm rendah (6000-7000), cam yang berbentuk pendek menjalankan rocker arm dan kemudian mengatur pembukaan dan penutupan katup. Pada saat mesin bekerja pada rpm tinggi, ECU mengaktifkan saklar tekanan oli, yang tekanan oli ini akan bekerja menekan pin pada rocker arm, yang kemudian mengaktifkan bekerjanya cam yang bentuknya lebih panjang, dan hal ini menyebabkan waktu pembukaan katup lebih lama.
Sistem tersebut digunakan pertama kali tahun 1999 pada Toyota Celica SS-II dengan mesin 2ZZ-GE. Toyota menghentikan produksi mesin tipe 2ZZ-GE ini karena tidak sesuai dengan spesifikasi standar emisi gas buang Euro IV. Mesin ini adalah mesin yang dipasang pada Corolla T-Sport, Corolla Sportivo, Celica, Corolla XRS, Matrix XRS, dan Pontiac Vibe GT.
Cam pendek dan cam panjang.
Pin pada rocker arm yang mengaktifkan kerja rocker arm pada saat rpm tinggi.
Mesin tipe 2ZZ-GE dengan VVT-i
Dual VVT-i
Pada tahun1998, teknologi Dual VVT-i digunakan sebagai pengatur kinerja katup pada katup hisap dan sekaligus pada katup buang. Pertama kali diperkenalkan pada RS200 dengan mesin 3S-GE.
Toyota dan Lexus dengan mesin 2GR-FE V6, juga telah menggunakan teknologi Dual VVT-i ini. Dengan mengatur pembukaan dan penutupan katup yang tepat, mesin akan bekerja dan berhenti pada kompresi minimum. Sebagai kelebihan tambahan, proses naiknya temperatur yang terjadi secara cepat dapat dikurangi dengan adanya pengurangan emisi hidrokarbon.
Selain mesin seri 2GR-FE V6, teknologi Dual VVT-i juga diterapkan pada mesin Toyota seri UR V8 dan seri ZR. Mobil Toyota dengan mesin bersilinder 4, misalnya adalah Toyota Corolla dan Toyota Scion xD. Sedangkan untuk mobil dengan mesin bersilinder lebih dari 4, yaitu pada Toyota Camry dan RAV4.
Mesin 2GR-FSE dengan Dual VVT-i
VVT-iE
VVT-iE (Variable Valve Timing – intelligent by Electric motor) adalah versi Dual VVT-i yang pengoperasiannya menggunakan sistem elektrik untuk mengontrol camshaft pada intake (penghisapan). Sedangkan camshaft pada exhaust (pembuangan), pengontrolannya tetap menggunakan sistem hidrolik. Sistem ini telah digunakan pada Lexus LS460 dengan seri mesin 1UR.
SUMBER : http://fressclub.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar